Selasa, 20 Juni 2017

PENULIS PENCURI TAHTA


Nama Lilis Nurhasnaah
PENULIS PENCURI TAHTA
Oleh Lilis Nurhasanah
22 Desemper 2016 

Assalamualaikum perkenalkan nama saya si pectah. Penulis pencuri tahta. Yang tak memandang jabatan dan tidak tau jabatan saya. Yang saya tau hanya rakyat biasa yang berfikir seobjektif mungkin kepada para petinggi setinggi tiang bendera yang harus selalu di hormati.
Saya hanya rakyat biasa yang ingin memiliki keadian yang seadil-adilnya bukan hanya sekedar menghargai seseorang yang gak tau udah melakukan apa untuk rakyat seperti kita. Yang cari-cari saya ketika ada maunya dan ditinggalkan kalau gak dibutuhin, dan di ketawain layaknya pentas badut, di kasih tepuk tangan palsu saat melakukan hal terbaik.
Saya masih sadar, dan saya akui bahwa tingkat kesadaran saya kritis pada saat itu, entahlah pake otak kiri maupun otak kanan yang penting saya merasa bahwa saya sadar, tatapan mata si petinggi saat bertemu dengan lingkungan tempat tinggal rakyat seperti saya itu, kayaknya jijik seperti lihat kotorannya sendiri, sehingga digusur lalu diganti oleh gedung-gedung sipancakar langit, yang dikait oleh ton-ton besar, sebesar utang Indonesia.
Maunya di hargain, seperti udah lunasin utang Indonesia, kaya yang udah ngusir penjajah dan si bendera arit dan parang dari negeri tercinta. Padahal aslinya masih dijajah. Kalau bicara, seperti bawa samurai ngebunuh orang-orang dengan kata-kata.
Wibawanya terasa, saat upacara dengan membawa teks supaya tidak lupa. Karena lidah tak bertulang mampu mengiris hati menjadi luka. Saat kampanye dimana mana, penduduk terlihat sampe duduk duduk mencium tangan si caleg.
Terakhir saya hanya ingin semua para penguasa sadar dimanapun mereka berkuasa saat ini. Bukan untuk kepentingan saya sendiri tapi untuk negeri ini yang katanya kolam susu, tongkat dan kayu bisa jadi tanaman. Kalimat itu mengibaratkan Indonesia memiliki tanah yang subur membuat  pribumi ingin selalu tinggal bukan malah ingin tinggal di tetangga yang gak ada hutannya.
Begitupun degan saya, sebagai rakyat biasa pasti akan selalu melakukan hal terbaik untuk saudara semanusia, terlebih kepada Negara Indonesia dengan menjadi warga yang patuh akan pancasila dan UUD 45.
Hidup Mahasiswa, Hidup Rakyat Indonesia
Terimakasih. Billahifisabillilhaq fastabiqul khoirot. Wassalamualaikum warrohmatullahi wabarokatuh..

MAHASISWA MECIN


Nama : Lilis Nurhasanah 
NIM :1501015065
6 September 2016
PARADIGMA PELAJAR SITI NURBAYA ALIAS SI MAHASISWA MECIN

PARADIGMA PELAJAR SITI NURBAYA
Oleh Lilis Nurhasanah
6 September 2016

Akhir-akhir ini para pemburu bangku sekolah semakin meningkat, dilihat dari bertambahnya gedung-gedung sekolahan, terbukti dari Badan Pusat Statistik jumlah murid di Indonesia meningkat tiap tahunnya dan mencapai 4 292 288 pada tahun 2013/2014. Kenapa meningkat? karena murahkah? atau karena ada tekanan batin karena era global sekarang? atau dipaksa oleh orang tuanya?
Setelah melihat film Dead peots society, saya melihat ada beberapa yang sama dengan para pelajar di Indonesia sekarang ini. Banyaknya para pelajar siti nurbaya, mereka di jodohkan oleh orang tuanya. Dalam artian dipaksa untuk mengikuti keinginan orangtuanya yang lebih khusus adalah keinginan seorang ayah yang ingin menjaga harga diri keluarganya dengan melakukan keinginan sang ayah kepada putranya. Itulah yang terjadi pada kenyataan sekarang. Orang tua tidak pernah melihat bakat minat anaknya, sehingga terjadinya konflik batin atau masalah psikologis yang harusnya anak pada usia remaja itu mengetahui dan mengeksplor bakat minta pada dirinya. Larangan-larangan yang berualang kali dilakukan oleh seorang ayah kepada anaknya membuat bosan dan tertekan untuk mematuhinya. Semakin sering dikasih tahu semakin malas melakukannya. Mungkin pada dasarnya orangtua itu baik tapi alangkah baiknya orangtua membebaskan anak untuk bisa memilih dan harusnya sang anak mampu berkomunikasi dengan baik degan orangtua. Sehingga dapat tercipalah hubungan orang tua dan anak yang harmonis. Anak broken home itu bukan anak yang di tinggal oleh orang tua karena bercerai tetapi hubungan yang tidak harmonis dengan orang tua dan anak itu sudah termasuk broken home. Peran orang tua yang harusnya sebagai wadah untuk mencurahkan segala suasana hati seorang anak dan mampu mendukung apapun hal-hal yang baik yang menurut anak itu mampu. Keharmonisan keluarga juga harusnya di dukung oleh suasana yang religius yang mampu mendekatkan diri kepada Tuhan, Itulah dasar seseorang tidak pernah lari dalam kesulitan hidup.
Seorang guru itu bukan untuk mengajarkan hal-hal yang tidak baik, meskipun profesi guru itu bukan keinginannya tapi keinginan kedua orangtuanya, tetap Pelajaran yang disampaikan atau ucapan sang guru itu sebagai stimulus bagi siswa sehingga siswa dapat tersugesti dan poin terakhir adalah respon murid tentang stimulus tersebut. Nilai akhir, perubahan apa yang dapat dilakukan oleh siswa tersebut. Guru adalah seorang yang dapat berpengaruh dalam proses pembalajaran akademik maupun proses berfikir dewasa seorang guru.
Pelajar atau mahasiswa yang baik adalah bagaimana siswa atau mahasiswa itu bisa berkontribusi kepada masyarakat. Nilai rapot atau IPK memang kurang penting, tapi alangkah baiknya ilmu-ilmu yang di dapat itu bisa difahami dan dimengerti oleh individu itu sendiri. Tetap sebagai pelajar harus berusaha mendapatkan nilai yang terbaik, contohnya para intansi-intansi pemerintah atau swasta banyak yang membuka beasiswa degan syarat IPK, jadi IPK dan nilai rapot itu tidak kalah penting. Banyak pengangguran karena kurang biaya, malas, dan lebih banyak lagi pelajar yang berhenti di tengah-tengah sekolah, karena tidak nyaman. Kalau bicara tentang kenyamanan, hidup di dunia ini bukan mencari nyaman tapi menghindari yang nyaman karena suatu saat pasti akan selalu mengenal hal-hal baru.
Terkait dengan pelajar Siti Nurbaya dan film Dead Peots Society , dalam buku Psikologi Perkembangan karya Elizabeth Harluck tugas perkembangan pada masa remaja salah satunya adalah mencapai kemandirian dari orang tua dan orang dewasa lainnya. Artinya anak dalam usia remaja itu harus mandiri tidak mau terlalu dikekang oleh orang tuanya serta keinginan membantu orang lain bukan ingin menyusahkan orang lain.
Dengan demikian, selaku anak yang harusnya membanggakan orang tua, bertanggung jawab atas apa yang dipilih. Ingin membahagiakan orang tua dengan bakat minat yang dimiliki, dan restu orang tua. Dan ingat selalu melibatkan Tuhan atas apa yang dilakukan, dalam doa yang terus di panjatkan dengan tunduk tanda patuh kepada Tuhan. Nikmati setiap detik prosesnya, kerena kenikmatan yang abadi adalah setelah hidup di dunia berkumpul bersama orang tua dan teman-teman yang sholeh dan sholehah.