Nama : Lilis Nurhasanah
NIM :1501015065
6 September 2016
PARADIGMA PELAJAR SITI NURBAYA ALIAS SI
MAHASISWA MECIN
PARADIGMA PELAJAR SITI NURBAYA
Oleh
Lilis Nurhasanah
6
September 2016
Akhir-akhir ini para pemburu bangku
sekolah semakin meningkat, dilihat dari bertambahnya gedung-gedung sekolahan,
terbukti dari Badan Pusat Statistik jumlah murid di Indonesia meningkat tiap
tahunnya dan mencapai 4 292 288 pada tahun 2013/2014. Kenapa meningkat? karena
murahkah? atau karena ada tekanan batin karena era global sekarang? atau
dipaksa oleh orang tuanya?
Setelah melihat film Dead peots
society, saya melihat ada beberapa yang sama dengan para pelajar di
Indonesia sekarang ini. Banyaknya para pelajar siti nurbaya, mereka di jodohkan
oleh orang tuanya. Dalam artian dipaksa untuk mengikuti keinginan orangtuanya
yang lebih khusus adalah keinginan seorang ayah yang ingin menjaga harga diri
keluarganya dengan melakukan keinginan sang ayah kepada putranya. Itulah yang
terjadi pada kenyataan sekarang. Orang tua tidak pernah melihat bakat minat
anaknya, sehingga terjadinya konflik batin atau masalah psikologis yang
harusnya anak pada usia remaja itu mengetahui dan mengeksplor bakat minta pada
dirinya. Larangan-larangan yang berualang kali dilakukan oleh seorang ayah
kepada anaknya membuat bosan dan tertekan untuk mematuhinya. Semakin sering
dikasih tahu semakin malas melakukannya. Mungkin pada dasarnya orangtua itu
baik tapi alangkah baiknya orangtua membebaskan anak untuk bisa memilih dan
harusnya sang anak mampu berkomunikasi dengan baik degan orangtua. Sehingga
dapat tercipalah hubungan orang tua dan anak yang harmonis. Anak broken home
itu bukan anak yang di tinggal oleh orang tua karena bercerai tetapi hubungan
yang tidak harmonis dengan orang tua dan anak itu sudah termasuk broken home.
Peran orang tua yang harusnya sebagai wadah untuk mencurahkan segala suasana
hati seorang anak dan mampu mendukung apapun hal-hal yang baik yang menurut
anak itu mampu. Keharmonisan keluarga juga harusnya di dukung oleh suasana yang
religius yang mampu mendekatkan diri kepada Tuhan, Itulah dasar seseorang tidak
pernah lari dalam kesulitan hidup.
Seorang guru itu bukan untuk mengajarkan
hal-hal yang tidak baik, meskipun profesi guru itu bukan keinginannya tapi
keinginan kedua orangtuanya, tetap Pelajaran yang disampaikan atau ucapan sang
guru itu sebagai stimulus bagi siswa sehingga siswa dapat tersugesti dan poin
terakhir adalah respon murid tentang stimulus tersebut. Nilai akhir, perubahan
apa yang dapat dilakukan oleh siswa tersebut. Guru adalah seorang yang dapat
berpengaruh dalam proses pembalajaran akademik maupun proses berfikir dewasa
seorang guru.
Pelajar atau mahasiswa yang baik adalah
bagaimana siswa atau mahasiswa itu bisa berkontribusi kepada masyarakat. Nilai
rapot atau IPK memang kurang penting, tapi alangkah baiknya ilmu-ilmu yang di
dapat itu bisa difahami dan dimengerti oleh individu itu sendiri. Tetap sebagai
pelajar harus berusaha mendapatkan nilai yang terbaik, contohnya para
intansi-intansi pemerintah atau swasta banyak yang membuka beasiswa degan
syarat IPK, jadi IPK dan nilai rapot itu tidak kalah penting. Banyak
pengangguran karena kurang biaya, malas, dan lebih banyak lagi pelajar yang
berhenti di tengah-tengah sekolah, karena tidak nyaman. Kalau bicara tentang
kenyamanan, hidup di dunia ini bukan mencari nyaman tapi menghindari yang
nyaman karena suatu saat pasti akan selalu mengenal hal-hal baru.
Terkait dengan pelajar Siti Nurbaya dan
film Dead Peots Society , dalam buku Psikologi Perkembangan karya
Elizabeth Harluck tugas perkembangan pada masa remaja salah satunya adalah
mencapai kemandirian dari orang tua dan orang dewasa lainnya. Artinya anak
dalam usia remaja itu harus mandiri tidak mau terlalu dikekang oleh orang
tuanya serta keinginan membantu orang lain bukan ingin menyusahkan orang lain.
Dengan demikian, selaku anak yang
harusnya membanggakan orang tua, bertanggung jawab atas apa yang dipilih. Ingin
membahagiakan orang tua dengan bakat minat yang dimiliki, dan restu orang tua.
Dan ingat selalu melibatkan Tuhan atas apa yang dilakukan, dalam doa yang terus
di panjatkan dengan tunduk tanda patuh kepada Tuhan. Nikmati setiap detik
prosesnya, kerena kenikmatan yang abadi adalah setelah hidup di dunia berkumpul
bersama orang tua dan teman-teman yang sholeh dan sholehah.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar