Sabtu, 14 Juli 2018

PENGABDIAN ABADI SANG GURU TIADA HENTI


PENGABIAN ABADI SANG GURU TIADA HENTI
Oleh Lilis Nurhasanah
Juni 30 2018


Pendidikan merupakan harta yang di timbun, yang sengaja diberikan untuk anak bangsa yang nantinya akan cerah seperti cahaya untuk masa depannya. Dalam sebuah pembelajaran tidak terlepas dari seorang guru yang gigih dan terus bercahaya seperti matahari tak harap kebali asalkan muridnya sampai kepada cita-citanya. Harapan itu muncul ketika ada sebuah kesempatan dan keberanian mengambil resiko. Suatu saat akan bertepi pada kebahagiaan dan kesuksesan untuk Indonesia di masa depan. Kemudian akan dilanjutkan oleh pemuda masa kini yang berani dan bertanggungjawab.  Selanjutnya, Keadaan Indonesia yang tidak terlepas dari unsur-unsur adat istiadat, kebudayaan dan keagamaan yang menjadikan beragam dan bersuku-suku namun tetap satu tujuan ini, yang harusnya melekat pada masyarakat terlebih kepada anak muda yang semangatnya sedang berapi-api.
Pada hari ini, keadaaan teknologi mempengaruhi pendidikan sangat memudahkan akses belajar untuk kalangan yang muda maupun yang tua dengan menggunakan telefon pintar semuanya serba cepat dan mudah. Namun bukan malah menjadikan diri berleh-leha, dengan adanya suatu teknologi justru hurusnya kualitas diri berkembang. Dengan mudahnya akses informasi dan kecanggihan untuk mengolah data, sehingga orang yang tidak bersekolahpun bertambah keterampilannya atau hal-hal positif lainnya, maka dari itu siapapun bisa menjadi guru.
Permasalahan pendidikan di Indonesia tidak akan selesai jika hanya ditutupi oleh isu perpolitikan yang sedang hangat dibicarakan atau permasalahan-permasalahan lainnya. Tentu saja semuanya penting, namun penulis saat ini sedang membicarakan urgensi pendidikan yang harusnya  bisa saja segera untuk dibantu oleh pemerintahan atau bahkan oleh rakyat Indonesia sendiri. Harus mengakui bahwa pemerataan pendidikan di negera ini belum mencapai kata “merata” atau sempurna, alasannya selalu karena Indonesia luas wilayahnya jadi kesulitan akses menuju ruang terpencil. Padahal daerah terpencil juga merupakan masih bernegara Indonesia jadi itu tidak bisa dijadikan sebagai alasan. Hak atas pendidikan bagi setiap manuisa adalah penting tidak terkecuali, lalu diimbangi dengan fasilitas yang memadai dan pengajar yang professional yaitu yang hatinya dan jiwanya besar untuk mengabdi. Maka akses untuk menapatkan beasiswapun harusnya merata dan diberikan kepada orang yang tepat sasaran, agar orang-orang yang berpotensi tidak diabaikan begitu saja. Kemudian penulis yakin bahwa setiap orang memiliki cita-cita tidak hanya untuk diri dan keluarganya tapi untuk masa depan Indonesiapun selalu terpikirkan dalam lamunan pemuda yang tau cara berterimakasih untuk negaranya setidaknya pasti terlintas untuk berbuat sesuatu untuk negaranya. Maka dengan ajang kegiatan pengambidan masyarakat ini sangat membantu bagi kalangan pemuda untuk berjuang dan terjun langsung merasakan membantu anak bangsa mewujudkan atau sebagai motivasi untuk anak bangsa lainnya agar terus mempunyai cita-cita.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar